Terima Kasih Mas Nadiem ! Tambahan Poin Guru Honorer Berdasarkan Masa Pengabdian

Komisi X DPR RI mengusulkan agar masa kerja guru honorer dihitung sebagai poin dalam seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2021. 

Terima Kasih Mas Nadiem ! Tambahan Poin Guru Honorer Berdasarkan Masa Pengabdian

Poinnya pun harus maksimal, bukan hanya 75 poin atau 15 persen dari total 500 nilai kompetensi teknis.  "Kami sudah mengusulkan agar tambahan nilai untuk masa pengabdian atau kerja serta umur honorer diberikan 500 poin,"

Baca Juga : Kabar Gembira Guru Pemilik Sertifikasi Pendidik sudah dipastikan Lulus Kompetensi Teknis Seleksi PPPK 2021, Alhamdulillah...

 kata Ketua Panja Guru Tenaga Kependidikan Honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (PGTKH ASN) Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan sejumlah forum guru di Jakarta, Rabu (16/6). 

 Dia memaparkan, dalam pembahasan Panja bersama pemerintah masih tarik menarik soal kebijakan afirmasi pada nilai kompetensi teknis seleksi PPPK 2021.

Ketua Forum Guru Tenaga Kependidikan Honorer Nonkategori usia 35 tahun ke atas (GTKHNK 35+) Jawa Barat Sigid Purwo Nugroho meminta pemerintah tidak melupakan masa pengabdian mereka belasan hingga puluhan tahun, pada seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) 2021 .

Sebab, tambahan poin bagi guru honorer usia di atas 40 tahun dengan masa kerja minimal tiga tahun, dinilai janggal.

Baca Juga : Kemendikbud Berikan Afirmasi Passing Grade untuk Guru Honorer Yang Ikut Seleksi PPPK 2021

"Jangan disamakan masa kerja tiga tahun dengan pengabdian di atas 10 tahun dong," ujar Sigi

 Memang kata Sigid, Mendikbud Nadiem Makarim memberikan afirmasi bagi guru honorer berupa tambahan poin kompetensi teknis bagi peserta usia 40 tahun ke atas, penyandang disabilitas, dan mempunyai sertifikat pendidik (serdik). Namun, masa pengabdian guru honorer tidak dipetakan

Seharusnya tambah Sigid, pemerintah melihat di lapangan bagaimana kondisi real guru dan tenaga kependidikan (tendik) honorer yang bertahun-tahun digaji sangat rendah, rata-rata Rp400 ribu per bulan. Bahkan ada yang Rp150 ribu. 

Terkadang honornya baru cair dua atau tiga bulan sekali. Pulang kerja harus cari tambahan penghasilan untuk mencukupi biaya kebutuhan hidup. 

Kesulitan ini lanjut Sigid, makin bertambah dengan program seri guru belajar PPPK.

Baca Juga : Anda Pemilik Rekening BRI ? Cek Sekarang Bansos Tunai Ditransfer Paling Lambat, Segera Cek Disini Caranya

Guru-guru honorer memang disiapkan fasilitas belajar agar mudah mengikuti seleksi. Namun, fasilitas Kemendikbud itu harus menggunakan kuota internet sehingga menyulitkan guru honorer.

"Jangankan beli kuota paketan untuk beli beras saja repot," cetusnya. 

 Sigid mengungkapkan, guru honorer di daerah kesulitan jaringan sinyal internet. Ke lokasi sekolah saja ada yang keluar masuk hutan dan naik perahu.

"Silakan Mendikbud cek ke pedalaman Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, di Jawa," pungkas Sigid. 

Baca Juga : Persyaratan Pencairan Dana BOS Tahap 1 Tahun 2021 

Artikel ini dikutip dari JPNN dengan judul Terima Kasih Mas Nadiem ! Tambahan Poin Guru Honorer Berdasarkan Masa Pengabdian 

Belum ada Komentar untuk "Terima Kasih Mas Nadiem ! Tambahan Poin Guru Honorer Berdasarkan Masa Pengabdian "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel